Thailand & Beyond: Hanoi, Vietnam
Download dalam WORD klik di sini
HARI 8: HANOI , VIETNAM
Setelah acara pembuatan film Jelajah Trans TV selesai, saya melanjutkan bisnis ke Hanoi , Vietnam . Dari Thailand memang mudah untuk meneruskan petualangan ke negara sekitar seperti Kamboja (misalnya melihat Angkor Wat), Vietnam , Myanmar atau Laos tanpa visa (karena sesama ASEAN), atau lanjut ke China Selatan seperti desa Dali yang cantik, Kunming atau terus ke Guangzhou .
Inilah pertama kalinya saya mengunjungi Vietnam , dan benak saya penuh dengan ingatan film-film perang Vietnam . Ternyata, penampilan polisi dan tentara Vietnam memang persis dengan film-film itu!

Hanoi sendiri tampak berusaha keras membangun negara. Selepas bandara tampak kawasan industri yang besar, dipenuhi merek-merek terkenal seperti Canon.
Kotanya sendiri tampak 'jamdul' sekali, dan banyak sisa-sisa kemegahan peninggalan masa penjajahan Perancis (dahulu sempat disebut sebagai ' Paris of the Orient'). Gedung-gedung tampak ‘dipotong-potong' hingga menjadi ruko-ruko yang tipis tinggi, mirip rumah korek api.
Kesan pertama saya adalah negeri klakson; semua orang terus menerus membunyikan klaksonnya .. biim biim biiiiim..!! Sangat kontras jika dibandingkan dengan Thailand yang nyaris tak pernah membunyikan klaksonnya. 
Selama di Hanoi, kami menginap di hotel Melia Hanoi, dan cukup terkejut melihat ada ‘nasi goreng' dan 'bubur ketan hitam' di menu (dalam bahasa Indonesia!). Di hotel ini juga ada kasino, yang menyediakan gaming elektronik seperti black jack, roulette dan sebagainya.
Menurut rekan saya yang orang Vietnam , katanya bangsa Vietnam sangat menghormati wanita, bahkan sang ibu-lah kepala rumah tangganya. Konsekuensinya, para wanita dianggap wajar untuk bekerja sama seperti laki-laki, dan di mana-mana saya melihat para wanita bekerja seperti berjualan, menjaga toko dan berlalu-lalang dengan sepeda motor. Mereka bahkan mengangkut sendiri sekotak besar jualannya, sangat kontras dengan tubuhnya yang kecil-kecil.
Kami sempat menonton pertunjukan wayang Vietnam , uniknya diadakan di dalam kolam air! Selain itu, juga ada Halong Bay , kepulauan sangat cantik yang sudah dilindungi oleh PBB. Sayang kami tidak memiliki cukup tenaga untuk keluar kota dan lebih memilih untuk beristirahat.
Untuk mengenal kota Hanoi , kami mengunjungi Mauseleum Ho Chi Minh, dan one pillar pagoda tak jauh dari sana . Setelah itu, kami mengunjungi Temple of Literature yang sudah berusia ribuan tahun. Tempat-tempat wisata ini banyak dipengaruhi oleh budaya China, yang membuat saya heran mengapa dahulu sempat terjadi perang antara China dan Vietnam, bahkan menyebabkan gelombang migrasi manusia perahu ( Vietnam boat people ).
Menutup hari, kami berjalan-jalan di area belanja turis Hang Gai, dan makan siang di sebuah kafe kecil di sudut jalan. Di kafe Duy Le Malraux itu, tersedia hidangan Vietnam , Perancis, dan... nasi goreng Indonesia ! Melihat saya sibuk memotret, sang pemilik kafe dengan ramah menyapa, “ Monseigneur , you can take pictures from upstairs, sil vous plait ”. Warisan Perancis memang masih banyak, bahkan rakyatnya biasa makan baguette , roti Perancis, di warung-warung murah.
Kawasan Hang Gai yang luas ini sangat penuh dengan turis Barat. Para penjaga toko sering heran melihat turis Asia seperti kami, dan mereka selalu menanyakan kami dari mana.. “Japanese? Taiwan ?”..Dan dengan bangga kami menjawab, “ Indonesia !”.
Satu hal yang sangat menarik adalah, kualitas seni lukis Vietnam sangat modern dan indah. Dengan pandainya mereka menggambarkan sensualitas tanpa vulgar. Bahkan toko-toko di sepanjang Hang Gai ini cukup artistik, meski tetap terasa suasana khas negeri komunis yang 'serba merah', walaupun kini banyak yang malah menjadi oleh-oleh turis.

Akhirnya setelah tiga hari di Hanoi kamipun harus meninggalkan Vietnam untuk melanjutkan bisnis ke KL. Cam on, tam biet Viet Nam ! (Bagi yang tak terbiasa, bahasa Vietnam cukup aneh, seperti orang tersedak;)
SERI ARTIKEL:
Hari 1 - Bangkok
Hari 2 - Propinsi AYUTTHAYA dan NAKORN RATCHASIMA
Hari 3 -
Chok Chai Farm, Cooking Class dan Siam Niramit
Hari 4 -
Istana Vinmanmek, Wat Ben, Wat Traimit dan Royal Dragon
Hari 5 -
Propinsi NAKHON PATHOM & RAYONG (Pattaya)
Hari 6 - Bungee Jumping, Mini Siam dan Suan Lum
Hari terakhir: "Beyond Thailand" ke Hanoi, Vietnam