Badan Pariwisata Thailand, Indonesia

Laporan Perjalanan Jelajah Trans TV, Bangkok & Sekitarnya, April 2007 - Hari Kelima

Download dalam WORD klik di sini

HARI 5: PROP. NAKHON PATHOM & PATTAYA

Pagi-pagi kami langsung menuju Thai Human Imagery di propinsi Nakhon Pathom, yaitu museum patung lilin yang memuat raja-raja Thailand, biksu-biksu yang sangat dihormati, sejarah serta kehidupan sehari-hari masyarakat Thailand tradisional.

Benar-benar terpukau melihat kemiripan patung-patung ini. Di sini pula terdapat kisah kedermawanan Raja Chulalongkorn yang menghapuskan perbudakan di Siam . Konon, banyak penduduk miskin Siam yang rela menjual anak gara-gara judi, sehingga menjadi budak. Demikian susahnya menghapus perbudakan, bahkan Raja harus membayar biaya pembebasan beberapa budak2 itu, dan membutuhkan puluhan tahun sampai akhirnya semua perbudakan hilang, untuk akhirnya semua penduduk Siam menjadi manusia merdeka, dan bersama-sama membangun negara. Itulah sebabnya sampai saat ini orang Thailand amat mencintai Raja Chulalongkorn.

Saat kami datang, masih banyak orang Thailand yang juga datang dan menyembah patung raja dan ibusuri Mae Fah Luang, sebagai tanda cinta tulus rakyat kepada pemimpinnya yang juga mencintai rakyatnya.

12 Aktivitas di Rose Garden

Tak jauh dari sana, terdapat Rose Garden, sebuah resor dan restoran yang menyediakan pertunjukan budaya khas Thailand dan 12 aktivitas yang dapat kita ikuti, seperti memasak, bermain musik khas Thai, membuat kerajinan, merangkai bunga dan sebagainya. Rathy, presenter Trans TV, memilih untuk belajar menari dan melukis di atas payung. Pengunjung bisa membawa pulang payung yang dilukisnya hanya dengan 100 atau 150 baht.

Di Rose Garden juga tersedia golf dan spa yang bagus, tepat untuk keluarga.

 

Di sekitar area ini juga ada pusat atraksi pasar terapung Damnoen Saduak dan Samphran Elephant Show (melihat gajah berperang dan bermain-main). Biasanya ini menjadi wisata satu hari, yaitu mengunjungi pasar terapung Damnoen Saduak di pagi hari, mengunjungi kuil tertinggi Nakhom Pathom, makan siang sekaligus menonton pertunjukan di Rose Garden, mampir di Samphran melihat pertunjukan gajah di sore hari, lalu kembali ke Bangkok. Sangat populer untuk turis Jepang , Korea dan Eropa (Italia, Jerman, Inggris).

Pattaya, kota pesta

Sorenya kami menuju Pattaya, kota pesta yang meriah. Kota ini menjadi terkenal sejak kedatangan para GI dalam perang Vietnam . Mereka bahkan membangun bandara sendiri, U Tapao, yang kini menjadi bandara untuk menuju Ko Samui atau Ko Chang.

Segala fantasi ada di sini, tapi kami memilih untuk menonton kabaret Alcazar.

Kabaret ini dipentaskan oleh para waria yang cantiknya benar-benar mengherankan. Pertunjukannya sendiri tidak vulgar, lebih cenderung humor, tapi memang sebaiknya tidak untuk anak-anak laki-laki.

Setiap malam ada 3 pertunjukan, dan semuanya penuh sesak oleh turis dari segala bangsa! Dan malam ini, khusus untuk menyambut tamu dari Indonesia , Alcazar juga mementaskan lagu dangdut!

 

Malamnya kami menginap di Siam Bayview Hotel , yang memiliki jalur tembus ke pantai sekaligus ke area belanja, dan bersantap malam di Bali Hai , sebuah restoran terbuka untuk menikmati al fresco buffet dinner yang romantis

 

SERI ARTIKEL:
Hari 1 - Bangkok
Hari 2 - Propinsi AYUTTHAYA dan NAKORN RATCHASIMA
Hari 3 - Chok Chai Farm, Cooking Class dan Siam Niramit
Hari 4 - Istana Vinmanmek, Wat Ben, Wat Traimit dan Royal Dragon
Hari 5 - Propinsi NAKHON PATHOM & RAYONG (Pattaya)
Hari 6 - Bungee Jumping, Mini Siam dan Suan Lum
Hari terakhir: "Beyond Thailand" ke Hanoi, Vietnam

 

About Us | Site Map | Privacy Policy | Contact Us | ©2005 Trancia Global Komunikasi