Chiang Mai

“Mawar dari Utara” ini memiliki banyak atraksi yang istimewa. Didirikan oleh Raja Mengrai pada tahun 1296, menggantikan Chiang Rai sebagai ibukota kerajaan Lanna. Chiang Mai berarti kota baru, dan sang raja membangun tembok kota serta parit berbentuk bujur sangkar mengelilingi kota untuk melindunginya dari serangan luar, yang masih dapat kita lihat hingga hari ini.

Terletak di kaki Pegunungan Himalaya 700 km sebelah utara Bangkok, dahulu Chiang Mai hanya bisa dicapai dengan perjalanan sungai yang sulit atau dengan gajah sampai tahun 1920-an. Isolasi ini membantu menjaga pesona khas Chiang Mai tetap utuh.

Kota ini memiliki banyak kuil yang cantik, salah satu yang terkenal adalah Wat Phrathat Doi Suthep di puncak gunung, serta kuil-kuil di area Old Town yang berbataskan tembok kota. Di gerbang Tha Phae Gate misalnya, Anda dapat berjalan menuju Wat Phra Singh yang cantik terutama saat berhiaskan matahari terbenam.

Alam juga merupakan daya tarik besar di Chiang Mai. Ada Queen Sirikit Botanical Garden dengan jembatan gantung di atas hutan, taman Royal Flora Ratchaphruek, hingga trekking santai di perbukitan Doi Inthanon. Doi Inthanon adalah pegunungan tertinggi di Thailand, dan saat musim dingin akan bersuhu rendah hingga timbul bunga es, dan di saat musim dingin pula bunga Cherry Blossom (sakura) mekar di Doi Inthanon ini.

Dari Chiang Mai, wisatawan biasanya melanjutkan ke Chiang Rai, dan Mae Hong Son jika ingin suasana pedesaan yang asri. Namun demikian, di Chiang Mai sendiri ada banyak tempat wisata yang memerlukan beberapa hari untuk dapat melihat semuanya.

Tempat Wisata

Transportasi

Acara Khusus